Tampilkan postingan dengan label harley davidson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harley davidson. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juli 2011

PRODUSEN motor besar Harley-Davidson (HD) siap menyambut pasar 2012. Pabrikan kebanggaan negeri Paman Sam ini menyiapkan sekira 15 model baru untuk 2012. Sebanyak 15 model yang akan dipasarkan terdiri dari tiga model, yakni HD Sportster, Touring, dan Trike.

Untuk wilayah pemasaran, HD pun telah menentukannya. HD Touring dan Trike dipasarkan untuk wilayah Amerika Utara saja. Sementara HD Sportster dilempar ke pasar Amerika Serikat dan Eropa. HD juga akan kembali menampilkan tambahan model terbaru pada 20 Juli mendatang di Anaheim, California, AS. Demikian yang dilansir Visordown (1/7/2011).

Beberapa model HD Sportster 2012 yang akan dipasarkan, di antaranya Superlow, Iron 883, Sportster 1200 Custom, Nightster, Forty-Eight, XR1200X. Model HD Sportster akan dibekali mesin asli Amerika, V-Twin. Di mana mesin ini menawarkan performa dan pace-setting style

Sementara dikategori Touring atau yang dikenal sebagai The Legend Rolls On ada Road King, Road King Classic, Electra Glide Classic, Ultra Glide Electra Glide, Electra Glide Ultra Limited, Street Glide, Road Glide Custom, dan Road Glide Ultra. Kedelapan model Touring ini akan diperkuat mesin Twin Cam 103 dengan Automatic Compression Release dan oil cooler yang terintegrasi.

Model HD Trike menawarkan satu model, yakni Tri Glide Ultra Classic. Motor roda tiga ini dilengkapi Tour-Pak dan trunk yang terintegrasi. Selain itu, motor ini telah dilengkapi 4 speaker 80 watt dari Harman dan Advanced Audio System Kardon. Electronic cruise control dan electric reverse drive, juga dapat dijumpai pada motor ini. Motor ini tersedia dalam tiga pilihan warna kombinasi, di antaranya Vivid Black, Big Blue Pearl/Vivid Black, dan Ember Red Sunglo/Merlot Sunglo. (tty)

Senin, 07 Maret 2011

Harley Davidson luncurkan CVO 2011

\Harley Davidson Luncurkan CVO 2011 Winconsin - Produsen motor Amerika, Harley-Davidson baru-baru ini menambahkan produk baru untuk model Custom Vehicle Operation (CVO) 2011, yakni Ultra Classic Electra Glide edisi terbatas.    
Menurut produsen, motor CVO dengan seri FLHTCUSE6 ini akan diproduksi terbatas, hanya sekitar 1.500 unit di fasilitas Kendaraan Operasi Harley-Davidson di York, Pennsylvania.

Motor ini menggabungkan cat custom, sebuah mesin kuat, dan beragam aksesoris teratas,  seperti yang diharapkan bagi pengemar touring.

Penampilan eksklusif Twilight Blue dan Kobalt Candy dengan skema warna cat Flame grafis, cocok dengan warna fairing, tameng fairing dan strip fender bagasi belakang.

Harga untuk Harley Electra Glide Ultra Classic LE ini dibanderol sebesar US$ 36.499 atau sekitar 328 juta rupiah.

Harley Davidson luncurkan terbaru

Gambar
dok New York Times
Jakarta - Saat ini kita hanya mengenal produsen motor Harley Davidson saja selaku produsen motor ternama asal Amerika Serikat, kali ini ada Motus.

Produsen sepeda motor itu memperkenalkan produksi pertamanya yakni
MST-01 dan MST-R akhir pekan lalu di Detroit, AS.

Motor sport turing tersebut diklaim bakal mendobrak pasar otomotif roda dua global. Bagaimana tidak, seperti dilansir New York Times, Senin (7/3/2011) pemiliknya Lee Conn dan Brian Case sudah berani mencoba menghadirkan motor dengan mesin-mesin besar, meski umur perusahaan baru berumur 4 tahun.

Motor ini menggunakan sebuah mesin Corvette berkapasitas 1.650 cc dengan fuel injection ke tubuh MST-01. Mesin V4 ini bukanlah mesin sembarangan, sebab dapur pacu 90 derajat ini diklaim memiliki tenaga hingga 160 bhp yang mampu langsung menjadikannya sebagai monster aspal baru.

Motor ini pun diklaim sebagai motor sesungguhnya. Bentuk tubuhnya yang kekar pun sangat cocok untuk para penikmat roda dua baik di Amerika maupun di Eropa.

Hal itu tidaklah heran. Sebab motor ini ternyata mengambil basis desain dari Le Mans GT1 yang memenangkan berbagai lomba desain.

Tubuhnya dibungkus oleh fairing kecil yang berpadu dengan frame tabular yang terekspos dengan baik. Sementara box besar yang tersemat di belakang tubuh MST-01 seolah menandakan kalau motor ini tidak hanya memiliki tenaga besar, namun juga sebuah motor turing yang nyaman tapi menakutkan.

Kenikmatan berkendara penunggangnya bisa lebih terpuaskan ketika Motus menyematkan grapu Marzocchi yang dilengkapi disc breka Hayes ukuran 43 mm. Sedangkan untuk tipe R tersedia dengan sistem pengereman Brembo.

Aspek lainnya yang ditawarkan Motus adalah menghadirkan keduanya dengan direct fuel injection. Selain perfoma mesin besar, konsumsi BBM juga lebih efisien.

Berat kedua motor tersebut mencapai 520 pound. Untuk engine dan gearbox saja kurang lebih 200 pounds, di luar bahan carbon fiber pada fairing, fuel tank, dan jok.

Sementara rangkanya terbuat dari baja kuat. Tampilannya semakin ciamik dengan pelek alloy 17 inci depan dan belakang.

Harley Davidson.. javanesse

DALAM rangka memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa ke dunia internasional, builder asal Yogyakarta Lulut Puspo Wibowo alias LT, memodifikasi Harley-Davidson Sportster 1.200cc keluaran 2007 dalam nuansa kerajinan budaya khas Jawa dengan konsep ‘Back to Own Culture’.

Motor yang didesain ulang melalui proses rekayasa khas dan kreatif, hasil fabrikasi terpadu dari Retro Classic Cycles, Yogyakarta ini akan diikut sertakan dalam kompetisi kejuaraan motor custom, Cool Breaker 2010 yang diselenggarakan di Yokohama, Jepang pada 29-30 Mei 2010.
Dalam proses pengerjaan beberapa ornamen, merupakan paduan kerajinan dan kesenian khas Jawa, di antaranya dari Yogyakarta seperti, batik Jawa, kerajinan seni ukir dan kriya logam, yang dipadukan dengan spare part yang sengaja dibuat dari logam kuningan, terlihat sangat jelas dalam corak dan warna cat/painting dalam motor tersebut.
Beberapa ornamen diambil dari motif batik Jawa yg terkenal seperti motif Jlamprang di bagian tengah tangki, motif batik Truntum dan motif Kawung. Pada sisi luar tangki terdapat emblem dari plat kuningan tebal bermotif ukiran batik Parang Rusak lewat proses engraving.
Pada bagian frame dibubuhkan hiasan paint strip yang motifnya disadur dari salah satu roda kereta kencana Kraton Yogyakarta. Pada bagian mesin dibubuhi seni ukir kriya logam yang merepresentasikan batu relief kuno/artefak Candi Prambanan dipadukan kreasi khas Retro Classic Cycles.
Penutup filter udara terbuat dari kuningan berhiaskan ornamen ukiran motif ‘KALAMAKARA’ yang terinspirasi dari relief Candi Prambanan. KALAMAKARA adalah raksasa bertaring, bermata lebar, berambut gimbal terkadang berambut api yang biasa di tempatkan di tempat tempat penting (tempat suci) sebagai penolak bala.
Motif yang sama, terdapat juga pada bagian jok kulit dengan gambar KALAMAKARA yang sama, sementara bagian belakang spakbor dihiasi motif ornamen yang diadopsi dari hiasan rambut, putri-putri bangsawan Kraton.
Tutup tangki dibuat dari kuningan dengan bentuk dan motif bunga teratai, sedangkan desain setangnya yang unik disebut oleh sang seniman Lulut dengan sebutan ‘Sungu Kebo’ (tanduk kerbau).
Yang tak kalah rumitnya adalah mengukir bagian mesin. Pembangkit tenaga pada Harley Davidson Sportster 1200cc tersebut dibongkar kemudian diukir bermotifkan relief candi prambahan dengan pahatan batu batuan candi yang kadang asimetris. Begitu juga pada bagian Cam Cover.
Tutup pengapian yang sejatinya bertuliskan Harley Davison – Motor Company, nantinya akan diganti dengan cover dengan ukiran aksara jawa bertuliskan ‘KYAI PERKOSO’ nama pemberian Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Tuas pemindah gigi transmisi diubah dengan system Jockey Shift atau menggunakan tangan layaknya motor Harley Davidson kuno. Pada akhirnya motor ini merupakan sebuah representasi budaya luhur Indonesia, yang mendapat apresiasi untuk memperkenalkan bangsa dan negara Indonesia di kejuaraan motor custom dunia.
Sumber : www.mediaindonesia.com

Jumat, 16 April 2010

panduan memilih exhaust harley davidson

INFO : Panduan Singkat Memilih Exhaust

Jumat, 11 Juli 2008 16:56
Banyak pilihan ketika kita akan memodifikasi exhaust (sistem pembuangan) pada motor Harley. Itu semua tergantung pada selera dan keinginan pada masing2 individu. Ada beberapa orang yang memodifikasi Harley mereka dengan exhaust yang baru agar mendapatkan penambahan performa pd Harleynya, selain itu ada juga yang hanya sekedar mengejar tampilan agar Harley mereka terlihat lebih "cool".
    Sebelum kita memutuskan untuk memodifikasi exhaust, kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, apakah exhaust tersebut lebih memuaskan kita dari segi performa atau lebih dari segi tampilan. Jika performa jadi tujuan utama, apakah performa maksimal yang dihasilkan lebih ingin terasa di putaran mesin  bawah-menengah atau atas. Exhaust terdiri dari 2 komponen umum yakni header dan muffler (knalpot). Pada prinsipnya ada 3 hal yang berpengaruh pada sistem exhaust, yakni "sonic pulse", "thermal pulse", dan "exhaust gas velocity". Sonic pulse merupakan suatu gelombang yang terjadi pada saluran buang dimana gelombang ini berperan dalam proses pembakaran bensin pada ruang bakar. Thermal pulse hampir sama dengan Sonic pulse, dimana gelombang ini tercipta dari gas panas yang berasal dari katup exhaust. Setelah itu ada Exhaust gas velocity, istilah ini merupakan tingkat kecepatan gas yang melintas melewati saluran buang. Pada dasarnya, kecepatan optimalnya sekitar  300 kaki per menit. Pada Harley standart Kebanyakan menggunakan pipa header berdiameter 1 ¾" untuk mendapatkan exhaust gas velocity yang optimal . Jadi penggunaan pipa header yang lebih besar pada mesin Harley standart  belum tentu lebih baik dari ukuran pipa header bawaan motor standart.
    Ada beberapa jenis exhaust pada Harley yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Antara lain, Short Drag Pipes, Large Diameter Open Pipes, Long Straight Pipes, 2 into 1, True Duals, dan Slip-fit Mufflers. Bagi yang belum tau, disini akan dibahas secara singkat tentang jenis-jenis tersebut.
1. Short drag pipes
    Pada model ini, gelombang sonic dan thermal mempunyai waktu balik yang pendek saat kembali ke ruang bakar dikarenakan panjang pipa yang pendek. Short drag pipes didesain untuk mendapatkan RPM yang tinggi pada mesin Big Twin Harley. Salah satu produsen dari pembuat short drag pipes yang terkenal yaitu Cycle Shack, dimana juga menawarkan 'special baffle' untuk mengoptimalkan performa short drag pipes mereka. Selain Cycle Shack, juga ada Vance&Hines. Pada tipe ini Vance&Hines mengeluarkan 'V&H cruiser pipes', model ini memiliki tampilan yang keren tapi juga dengan performa optimal karena terdapat 'baffle' khusus di dalamnya.
2. Large Diameter Open Pipes
    Konstruksi large diameter open pipes sebenarnya agak menghambat 'flow' karena gas velocity optimal yakni 300 kaki per menit tidak dapat dicapai. Cara alternatif untuk meminimalkan kelemahan tersebut adalah dengan memasang 'large diameter stepped pipes' seperti yang diproduksi oleh Python³ dan Samson. Ada juga dengan cara memasang 'larger baffles' atau 'thunder tubes' yang akan memperbaiki velocity. Cara alternatif yang lain yakni dengan menggunakan 'large flat washer'ke arah ujung pada bodi pipa, perangkat ini berfungsi sebagai 'deflector' untuk mengatur gas velocity.
3. Long Straight Pipes       
    Long Straight Pipes berbentuk pipa panjang, header dan knalpot menyatu. Jika menggunakan jenis ini dengan melepas baffle maka model ini bisa dikategorikan seperti Large/Open Pipes. Melepas baffle pada  knalpot akan membuat deru suara knalpot menjadi tambah kencang tapi tenaga yang keluar agak tertahan. Untuk meminimalisasi kekurangan ini, beberapa produsen seperti Python³, Samson, Vance & Hines, Dyno Power, and Hooker menawarkan exhaust dengan menggabungkan header berdiameter 1 ¾" dan knalpot berdiameter 2". Model tersebut sangat pas dengan Harley yang masih bermesin standart.
4. 2 into 1
    2 into 1 berarti hanya ada satu knalpot yang melayani output dari 2 header. Jenis ini didesain untuk mendapatkan torsi yang lebih di putaran bawah pada mesin standar, sehingga tenaga kurang optimal pada putaran atas. Konfigurasi ini berarti seperti exhaust standar Harley yang menggunakan cross-over. Salah satu alasan orang memilih model ini dikarenakan model ini mempunyai suara dan tampilan yang keren. Pada beberapa jenis yang diproduksi ada yang dapat digonta-ganti baffle nya untuk mendapatkan suara dan tenaga sesuai selera.
5. True Duals
    Model ini kebanyakan dipakai pada Road Kings, True Duals telah populer penggunaannya pada Softails dan model cruiser yang telah di custom. Istilah Duals berarti satu saluran buang untuk satu silinder mesin, tanpa ada cross-over . Jenis ini akan menciptakan suara idle mesin yang berkarakteristik. Rinehart dan Samsons adalah dua produsen ternama yang telah kita ketahui membuat sistem True Dual untuk model Softails and Road Kings.
6. Slip-Fit Mufflers
    Model ini bisa dikatakan pilihan yang paling tepat jika kita menginginkan perubahan suara dan tenaga pada mesin standart Harley kita. Perubahan hanya pada knalpot saja, pipa header masih tetap dari bawaan motor. Karena pipa header masih tetap terpasang, maka velocity dan tenaga pada putaran rendah akan tetap tejaga. Slip-fit mufflers lebih meningkatkan flow dibanding dengan mufflers bawaan motor. Screamin' Eagle II merupakan slip-fit muffler yang lebih 'quiete' atau tidak berisik dan lebih memenuhi standart layak jalan dibanding dengan model terdahulu. Selain Screamin' Eagle yang memproduksi Slip-Fit muffler dengan kualitas bagus antara lain
Python³, Bub, dan Cycle Shack.
    Dari beberapa model di atas bisa disimpulkan, SLIP-FIT MUFFLERS merupakan pilihan paling tepat jika dilihat dari sisi 'ekonomis', jika kita menginginkan performa terbaik sistem exhaust model LONG PIPES and 2 into 1 perlu kita pilih. Sedangkan model SHORT DRAG PIPES and LARGE OPEN PIPES lebih cocok untuk meningkatkan tampilan dan suara kendaraan.
    Setelah kita telah memasang exhaust yang 'baru', jangan lupa untuk melakukan setting pada kontrol bahan bakar agar performa dari exhaust yang baru bisa terasa optimal bagi Harley Anda (sumber : harley-performance.com)

sejarah mesin HARLEY DAVIDSON

NEWS : SEJARAH MESIN H-D


HARLEY ENGINE
Senin, 19 Januari 2009 17:51
    Selama hampir 106 tahun ini, Harley-Davidson tetap eksis sebagai produsen motor terkemuka dari Amerika. Kunci dari kesuksesan itu berasal dari motor yang telah ditelurkannya. Baik mesin, desain bodi, dan perangkat yang terinclude didalamnya mempunyai ekslusivitas dan rasa tersendiri bagi sebagian orang. Meski secara garis besar tidak ada yang berbeda dengan desain model classicnya, namun Harley tetap melakukan riset untuk menghasilkan motor-motor yang dapat sesuai dengan kondisi jaman. Salah satunya dari sektor mesin. Selama ini ada beberapa tipe mesin yang telah diproduksi, meski tetap dengan cita rasa sama yakni V-Twin, 45 derajat, dan berpendingin udara (kecuali revolution). Sebagai biker penunggang Harley, alangkah bermanfaat jika anda paham tentang sejarah mesin H-D seperti berikut ini.
A. Flathead Engine – Ini adalah mesin generasi pertama Harley, diproduksi antara tahun 1929 dan 1974. Mesin Flathead tidak ada "overhead valves". Kelebihan dari mesin ini adalah kesimpelan, tidak ada pushrods atau rocker arm, dan bagian kepala dicetak dengan desain simple dengan lubang untuk spark plug. Mesin Flathead memiliki tipikal dengan mesin berkapasitas 45 ci (742 cc) dan menghasilkan tenaga sekitar 22 daya kuda.
B. Knucklehead Engine – Mesin generasi kedua ini diproduksi antara tahun 1936 dan 1947. Knucklehead hadir dengan kapasitas mesin 60 ci (990 cc) berdaya 40 dk dan 74 ci (1200 cc) yang berdaya 45 dk.
C. Panhead Engine – Tipe ini diproduksi antara tahun 1948 dan 1965. Sama halnya dengan tipe Knucklehead, Panhead juga datang dengan kapasitas 60 ci (990 cc) dan 74 ci (1200 cc). Namun tenaga yang dihasilkan lebih besar yakni 50 dk dan 55 dk. Perbedaan besar antara tipe Knucklehead dan Panhead adalah pengaplikasian alumunium pada head di jenis Panhead, selain itu juga terdapat "internal oil lines" didalamnya. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan tenaga yang dihasilkan.
D. Shovelhead Engine  – Mesin generasi keempat ini hadir dengan kapasitas 74 ci (1200 cc) yang menghasilkan tenaga hingga 60 dk. Mesin ini diproduksi antara tahun 1966 dan 1985.
E. Evolution Engine – Mesin ini diproduksi pada tahun 1984 hingga 1999. Berkapasitas 81,8 ci (1340cc). Kapasitas yang lebih besar dari pendahulunya membuat mesin ini mampu memproduksi tenaga hingga 70 dk. Era Evolution 1340cc berakhir pada tahun 1999, namun tipe mesin ini masih digunakan untuk model Sporster yang hadir pada tahun 1986 hingga sekarang. Hanya saja kapasitasnya bukan 1340cc, melainkan 883cc dan 1200cc.
F. Twin Cam 88 Engine - Nama lain mesin ini adalah Fathead, diproduksi dari tahun 1999 hingga 2006. Sesuai namanya, tipe ini terdapat dua kem yang mengoperasikan satu klep. Hadir dengan kapasitas terbesar dalam sejarah Harley saat itu, yakni 88 ci (1450cc) yang mampu menghasilkan tenaga 80 dk. Mesin ini tetap menggunakan pendingin udara dan pengunaan "overhead valves" yang diaktifkan oleh pushrods. Tipe ini juga mempunyai versi 88B, diluncurkan pada tahun 2000 hingga 2006 dengan pengaplikasian "counterbalancing shafts" yang berguna untuk mengurangi getaran mesin.
F. Twin Cam 96 Engine –Mesin Twin Cam 96 diperkenalkan pada Agustus 2006 dan diproduksi dari tahun 2007 hingga sekarang. Kapasitasnya 96 ci (1584cc), yang diklaim mampu menghasilkan torsi lebih besar 8% dari jenis TC 88. Semua Twin Cam 96 menggunakan injeksi sebagai sistem bahan bakar. Mempunyai piston dengan diameter 95,25mm dan langkahnya 111,25mm. Mesin Twin Cam 96/96B mengadopsi komputer untuk mengatur mesin agar dapat memenuhi standar emisi dan kebisingan. Harley juga melakukan maping ulang pada ECU nya agar didapat performa yang maksimal. Twin Cam ini memiliki tensioners rantai kem dengan "nylon composite shoes".
G. Revolution Engine – Inilah mesin revolusioner yang diciptakan oleh Harley-Davidson. Diluncurkan pada tahun 2001. Sampai saat ini, mesin berjenis Revolution hanya dicangkokan pada model V-Rod. Sebagai ciri dari revolusi, mesin ini berpendingin radiator dan V-Twin 60 derajat dengan 4 overhead cams. Tipe ini hadir dengan kapasitas 69 ci (1130 cc). Lebih kecil dibanding mesin Evolution 1340cc, namun sanggup memuntahkan tenaga hingga 115 dk. Hal ini dikarenakan penggunaan injeksi sebagai sistem bahan bakarnya dan mesin dengan karakter stroke pendek yang mampu berkitir hingga putaran 9.000 rpm.

tergila-gila HARLEY DAVIDSON

KUDA BESI BERNAMA HARLEY...

Jumat, 13 Februari 2009 10:57
SEBUAH motor Harley Davidson bisa membuat orang termimpi-mimpi. Apa pun akan dilakukan seseorang untuk menggapai mimpinya itu. Seorang tukang kayu bakar asal Majalaya, Jawa Barat, akhirnya bisa memiliki sepeda motor Harley setelah menabung selama 40 tahun. Bahkan, ada orang yang sampai menjual rumahnya dan lebih memilih tinggal di rumah kontrakan demi sebuah Harley.
"Tukang kayu bakar itu beli Harley ke Jakarta sambil bawa truk butut untuk ngangkut Harley yang dibelinya itu. Dia sudah lama mimpi punya Harley. Kenapa ada orang yang sampai seperti ini? Itulah fanatisme. Nggak akan bisa you bendung yang namanya mimpi itu," kata Herman Sarens Sudiro (72), Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Jakarta.
Berkendara Harley Davidson tidak sekadar "rung-rung-rung", menaiki sepeda motor ke pasar, ke rumah mertua, atau kemana pun suatu tujuan. Mengendarai Harley Davidson bagi pemiliknya adalah suatu kebanggaan. Berputar-putar keliling kota atau konvoi dari kota ke kota dengan menunggang Harley yang berbodi gagah, macho dan mentereng, membawa kepuasan tersendiri bagi pemiliknya.
"Harley ini sifatnya agak berbeda dibandingkan motor besar lain, seperti Honda, Yamaha, Kawasaki ataupun BMW. Orang Harley akan bilang: biar motor saya bikinan tahun 1930, tapi motor saya adalah motor Harley. Ini memang soal fanatisme. Berapa banyak orang bertato dengan tulisan Harley, padahal tato itu kan seumur hidup.
Ada perasaan yang berbeda ketika kita naik Harley. Perasaan itu susah dijelaskan," ujar Jusuf Nathan (39), General Manager PT Emhade Tunggal Sentosa (dealer Harley Davidson) yang memiliki dua buah Harley, FLHICUI Ultra Classic Electra Glide (1999) dan FXDWG Dyna Wide Glide (1999).
Jadi kita tidak bicara soal teknologi atau kenyamanan di sini. Kita bicara soal "legenda", pengalaman dan gaya hidup yang berbeda. Itu yang membedakan Harley dengan motor besar lainnya. Tak ada satu pun Harley di dunia ini yang sama bentuknya. Anda tidak akan pernah menemukan Harley yang identik. Waktu keluar dari pabrik, memang modelnya sama. Akan tetapi, begitu sampai di tangan pembeli, Harley itu akan mereka modifikasi. Para pemilik Harley akan mengekspresikan dirinya dengan "mendandani" Harley mereka.
"Kalau Anda punya motor besar lain, tidak ada asesoris yang bisa Anda taruh. Kalau Harley beda. Harley di garasi kita tongkrongin, kita bisa membayangkan, memvisualisasikan: asesoris apa yang bisa kita pasang. Asesoris Harley itu langit batasnya, atau dompet dan kreativitas Anda saja batasnya. Kalau Anda lihat motor lain di jalan, pasti sama modelnya, hanya beda warna," ucap Jusuf.
Fanatisme orang-orang Harley ini memang luarbiasa. Ada yang bilang, darah mereka ini adalah darah Harley. Makanya ada yang badannya ditato Harley, berkaus Harley, dan bergaya hidup Harley. "Banyak orang yang bergaya hidup Harley. Sekarang ini banyak anak muda yang pakai rantai-rantai. Kadang-kadang, pengemudi ojek pun pakai kaus dan jaket Harley," tambah Jusuf.
Fanatik dengan Harley sudah menjadi ciri khas penggemar Harley. Di Amerika mereka disebut Harley People. Bahkan, ada yang hidup di atas sadel Harley, berkeliling membawa perlengkapan masak, minum dan pakaian sambil memburuh di sana-sini. Saking fanatiknya, keluarga mendiang Elvis Presley pun ikut menguburkan Harley Electra kesayangan penyanyi rock'n'roll tersebut ke liang lahat sang bintang.
***
BAGAIMANAKAH sejarah Harley Davidson? Perusahaan-perusahaan motor berkembang di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1901. Awalnya lebih dulu muncul perusahaan-perusahaan Yale, Pope, Merkel, Henderson, Thor, Excelsior, Indian dan baru belakangan Harley Davidson yang dibangun di Milwaukee, Wiscounsin, oleh empat serangkai William A Davidson, Walter Davidson Sr, Arthur Davidson dan William S Harley.
Hanya dalam beberapa dekade, bermunculan di AS lebih dari 150 pabrik motor, namun karena persaingan, akhirnya satu per satu runtuh. Menjelang akhir Perang Dunia II, tinggal dua pabrik yang tersisa. Ketika pabrik kebanggaan, Indian, jatuh pada tahun 1953 maka Harley Davidson menjadi satu-satunya pabrik motor AS yang tersisa.
Bagaimana Harley menjadi satu-satunya pabrik motor di AS yang tersisa, banyak pengamat mengatakan, cukup sulit menerangkannya. Juga ketika menghadapi krisis melawan gempuran motor-motor Jepang pun Harley berhasil bertahan, meskipun selama kurang lebih delapan tahun mendapat semacam proteksi dari American Machine & Founddry (AMF).
Rasa Amerika yang terdapat dalam desain mesin dan desain bodi Harley Davidson membangkitkan ikatan emosional orang AS untuk menyelamatkan pabrik motor satu-satunya yang masih hidup itu.
Penggemar berat Harley Davidson, Ibnoe Soebroto, pernah mengatakan bahwa Harley Davidson adalah perwujudan sejarah Amerika yang dimodernisasi. Orang AS atau sejarah AS tidak bisa dipisahkan dengan kuda, karena dari sejarah, AS "dibuka" dengan kuda. Imigran dari Eropa ketika mendesak orang-orang pribumi Indian, mereka menggunakan kuda. Karena itu Harley Davidson didesain seperti "kuda" dengan ciri per belakang rigid, kaku, memenuhi syarat kebutuhan orang AS akan "kuda" tersebut.
"Harley Davidson adalah kuda besi mereka. Mereka sebut iron horse atau Milwaukee Iron. Duduknya pengendara Harley pun seolah-olah duduk di atas pelana kuda. Tidak ada model Harley yang posisinya membungkuk seperti pembalap. Semuanya duduk tegak, seperti menunggang kuda," kata Ibnoe Soebroto. (Kompas, 18 April 1996).
Lalu apa alasan penggemar Harley Davidson di Indonesia menyukai dan mengoleksi iron horse tersebut?
Awal Herman Sarens Sudiro menyukai Harley karena ayahnya di zaman penjajahan Belanda dulu adalah seorang controleer yang memiliki tiga motor Harley 750 cc bikinan tahun 1941. "Ayah saya pakai motor itu untuk keliling inspeksi pasar karena dia di bagian pajak.
Waktu Jepang masuk, Harley Ayah saya diambil. Waktu saya sekolah di sekolah Jepang dan bisa omong Jepang, motor itu diberikan lagi ke saya. Ketika Jepang tekuk lutut tahun '45, motor itu kita pakai sebagai alat perjuangan," kata Herman Sarens Sudiro yang kini mengoleksi empat Harley: Zyspan (1994), Sportster (1989), Petboy (1994), dan Electra (2000).
Alasan serupa juga pernah dikemukakan oleh pelawak Warkop DKI, Indro. Indro adalah penggemar berat Harley dan memang dibesarkan di lingkungan Harley. Ayahnya, Umar Chatab yang Inspektur Jenderal Polisi dan saudara-saudara Indro adalah pemakai Harley.
Jusuf Nathan sudah tertarik pada motor Harley sejak masih kanak-kanak. "Waktu kecil, kalau saya lihat motor Harley kayaknya melihat sesuatu yang gagah. Waktu saya kuliah di Belanda, saya makin tertarik pada Harley," kata Jusuf. Baru pada tahun 1997 Jusuf Nathan membeli motor Harley Davidson. Sejak itu, ia "menunggang" Harley dari rumahnya di kawasan Meruya ke kantornya di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Hanya kalau sedang hujan saja, Jusuf menggunakan mobil.
Boyke Nitipradja (30) yang sekantor dengan Jusuf Nathan juga melakukan hal yang sama. Boyke paling suka naik Harley jika berangkat ke kantor. Dari rumahnya di Tebet, Boyke tidak akan langsung menuju Jalan Fatmawati, tetapi berputar-putar dulu ke Jalan Jenderal Sudirman, melewati Plaza Senayan di Jalan Asia Afrika, lalu ke Panglima Polim baru ke Jalan Fatmawati.
"Naik Harley itu antimacet. Kalau kita mau kerja dan mengendarai sesuatu yang kita senang, kita kerja jadi tidak terasa. Selain itu, saya ingin membuktikan kalau Harley biar dipakai setiap hari pun tidak akan rusak," ucap Boyke yang mempunyai dua Harley: FLSTF (Fatboy) tahun 1999 dan WLA 750 cc tahun 1948.
***
BERKAITAN dengan hobi mereka yang gandrung Harley tersebut, para penggemar Harley di Indonesia ini membentuk Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). HDCI kian berkembang dan kini hampir di setiap kota di Indonesia ada HDCI.
Ada juga organisasi lain, yakni Harley Owners Grup (HOG) yang afiliasinya ke seluruh dunia dan Ikatan Sports Harley Davidson. Aktivitas HDCI ini biasanya sembari tour ke kota-kota, entah untuk napak tilas misalnya, mereka juga melakukan aksi sosial.
Mengenai adanya penilaian bahwa pengendara Harley itu arogan, kalau lampu merah tak mau berhenti, dan masuk tol sembarangan (padahal tol tidak boleh dimasuki kendaraan roda dua), Herman Sarens mengatakan, mengendarai motor Harley itu harus hati-hati karena beratnya mencapai 500 kg.
"Membawa Harley itu bahaya. Kalau kita rombongan 100 motor dan harus berhenti di setiap lampu merah, itu bisa saja, tapi kita harus menahan berat 500 kg. Masuk tol pun kita izin dulu. Untuk napak tilas ke Surabaya, ke daerah-daerah atau kantung-kantung gerilya, boleh dong kita naik tol sampai Cikampek dan dikawal polisi untuk keamanan," kata Herman Sarens.
Begitulah. Harley pun menjadi sebuah gaya hidup. Pakaian-pakaian pengendara Harley yang memang didesain untuk kenyamanan dan keamanan pengendaranya pun menjadi mode. "Pakaian itu kita sesuaikan dengan motornya. Pakaian harus menyatu dengan mesin karena knalpot Harley itu panas. Jadi pakaian harus pas di badan untuk memudahkan gerak. Kelompok lain, tidak ada yang punya pakaian khas," tutur Herman Sarens.
"Kalau kita naik Harley dan pakai celana pantalon, pasti hangus karena knalpotnya memang panas. Jaket kulit juga wajib dipakai untuk melindungi tubuh kalau kecelakaan. Sepatu tinggi pun bukan buat gaya-gayaan, tetapi ini untuk melindungi ankle saat mengerem. Kalau kita jalan dari Jakarta ke Pangandaran, itu berapa ratus kali kita mengoper gigi, menginjak rem, makanya kita perlu sepatu yang tinggi. Seperti dompet yang diberi rantai-rantai, itu bukan untuk sok. Di atas motor kita sering goyang, kalau dompet jatuh 'kan bisa berabe, makanya diberi rantai," tambah Boyke. Dan ternyata pada perkembangannya, tak hanya pengendara Harley yang mengenakan kostum dan segala pernak-pernik Harley. Orang yang tak punya motor Harley pun pakai baju Harley.
Karena ekslusivitasnya itulah banyak orang menduga bahwa motor Harley hanya dimiliki oleh orang-orang berduit. Mengenai hal ini dibantah oleh Jusuf Nathan dan Herman Sarens Sudiro. Kalau melihat harga Harley yang keluaran terbaru memang hanya orang kaya saja yang bisa membelinya. Bayangkan, harga on the road sebuah Harley yang termurah seperti model XL 883 keluaran tahun 2000 mencapai Rp 90-Rp 92 juta. Harga termahal model FLHTCUI Ultra Classic Electra Glide 1450 cc berkisar Rp 243-Rp 250 juta.
"Siapa bilang Harley cuma dipunyai orang kaya. Banyak kok Harley tua yang harganya murah dan bisa dijangkau. Saya punya dua Harley yang mewah, tapi kalau Anda lihat rumah saya maka Anda akan kaget, karena saya tidak pantas punya Harley mewah. Tetapi karena saya suka, maka saya berusaha untuk dapat membelinya," kata Jusuf Nathan.
Di Indonesia ini diperkirakan ada 2.500 unit Harley Davidson dengan pemilik sekitar 1.500 orang. Dari 2.500 unit itu, Harley yang baru hanya berkisar 500 motor. "Saya cuma mau bilang, karena fanatisme itulah maka orang akan melakukan apa saja agar dapat memiliki Harley," ujar Jusuf. (elok dyah messwati)

harley davidson - police

Pemilik Harley Davidson jenis Police Electra Glide ini adalah Bambang Gondrong sebagai salah satu anggota HOG, HDCI Jaya dan IMBI Bogor. Harley Police manufernya paling enak dan sudah dilengkapi dengan strobo, sirine sehingga dapat menunjang tugas sebagai road kapten dan officer. Harley Police ini baru dimilikinya pada tahun 2009 ini, penggunaan motor Harley Police ini selain sebagai hobi, juga untuk mengayomi teman-teman sewaktu melakukan turing.
Harley Davidson, Police, Electra Glide, Harley, video, 
sportku.com, yossie3660
Harley Police Electra Glide ini memiliki 1690cc yang merupakan harley jenis yang lebih tinggi kapasitasnya dibandingkan harley lainnya, dengan harga yang memang cukup tinggi, namun harley ini sangat nyaman melewati tikungan dan lubang di jalan raya.
Harley Davidson, Police, Electra Glide, Harley, video, 
sportku.com, yossie3660
Perawatan yang dilakukan pun tidaklah rumit, dengan ganti oli rutin setiap waktunya maka kondisi motor pun dapat terjamin.
Harley Davidson, Police, Electra Glide, Harley, video, 
sportku.com, yossie3660
Di luar negeri, motor jenis Harley Police ini hanya diperbolehkan untuk pemerintah saja, namun di Indonesia, siapapun dapat memiliki Harley Davidson Police ini, selain karena dari sisi kapasitas mesin yang lebih besar dan lebih lincah, sehingga dapat membantu kelancaran para peserta sewaktu melakukan turing.
Harley Davidson, Police, Electra Glide, Harley, video, 
sportku.com, yossie3660
Dengan 1690cc Twin Cam 103 Engine yang bertenaga besar disupport oleh Electronic Sequential Port Fuel Injection.
Harley Davidson, Police, Electra Glide, Harley, video, 
sportku.com, yossie3660
Law Enforcement Saddlebags - Kompartemen pada sisi kiri dan kanan yang mudah diakses di samping tempat duduk belakang pengendara.
Harley Davidson, Police, Electra Glide, Harley, video, 
sportku.com, yossie3660
2-Into-1-Into-2 Exhaust - Perubahan pada sisi knalpot yang berjauhan dari pengendara sehingga mengamankan dan menyamankan pengendara motor.
Harley Davidson, Police, Electra Glide, Harley, video, 
sportku.com, yossie3660
New Helical-Cut 5th Gear - 6 Gigi transmisi dengan penggunaan helical-cut 5th gear sehingga lebih lembut dalam penggunaan transmisi dan suara mesin yang lebih lembut.

motor haley davidson pertama

10 jenis sepeda Motor Harley-Davidson pertama

Posted on 07:05 by Satria S Putra

Spoiler for VRSCD Night ROD:

Harley Davidson terbaru VRSCD Night Rod

HD adalah salah satu motor produksi asli Amerika yang masih bertahan sampai sekarang.
Ketika pertama diciptakan oleh pendirinya (william S. Harley dan Arthur Davidson).
william S.harley dan Rthur Davidson merupakan teman sejak kecil karena
rumah mereka berdekatan di Milwaukee,Wisconsin USA.

pada tahun 1895 Edward Joel Pennington membawa penemuannya (sepeda bertenaga mesin)
ke Milwaukee yang nantinya mengispirasi
William dan Arthur muda untuk membuat perusahaan sepeda motor.

ini gambar sepeda bermesin yang menginspirasi william n Arthur gan

Spoiler for Pennington Motorcycle:


sekitar tahun 1900-1902, HD hanya sebuah sepeda biasa yang diberi mesin berbahan bakar bensin.
namun seiring berjalannya waktu HD mulai mengembangkan teknologi pada sepedamotor2 berikutnya.
ini dia gambarnya agan sekalian

Spoiler for pendiri Harley Davidson Motor Company:

dari kiri ke kanan
William Davidson, Walter Davidson, Arthur Davidson dan William S Harley


Spoiler for benkel perakitan pertama pada tahun 1903:

cuma dari tempat begini mereka memulai pembangunan perusahaan besar dan bakal jadi salah satu motor legenda di dunia.
kita di Indonesia juga bisa dong gan..



logo Bar and Shield yang melambangkan kejantanan gan..

Spoiler for harley 1903:

no name
kapasitas mesin 404cc (single)
total produksi 3
harga pada tahun prod US$200
ini harley pertama yang dilepas kepasaran
sekarang adanya di Museum HD di Milwaukee, Wisconsin USA
dan di pajang dalam bingkai Kaca gan,, karena sangat berharga.


Spoiler for harley 1905:

walau ini bukan harley pertama, tapi masih keliatan bgt bentuk sepedanya
model 1
kapasitas mesin 405cc
total produksi 16


Walaupun sepeda motor Harley Davidson uda ada dari dari tahun 1903-an,
tapi perusahaannya baru resmi berdiri tahun 1907 Lho..
dan tidak ada alasan yang jelas mengapa nama Harley di depan nama
Davidson sehingga jadinya Harley Davidson Motor Company deh..

Spoiler for harley 1909:

model 5
kapasitas mesin 500cc (single) 819cc (V-twin)
total produksi 1.149


Spoiler for harley 1911:

model 7
kapasitas mesin 500cc (single) 820 (V-twin)
total produksi 5.625


Spoiler for harley 1912:

model 8
kapasitas mesin 500cc (single) 820cc, 1000cc (v-twin)
total produksi 3.852


Spoiler for harley 1914:

model 10
kapasitas mesin 575cc (single) 1000cc (V-twin)
total produksi 16.409
agan bisa liat mesin V twin yang terkenal garang ini uda ada dari dulu, pada tahun ini juga HD mengeluarkan motor pertamanya yang menggunakan sistem percepatan (2 speed/gigi).


Spoiler for harley 1915:

model 11
kapasitas mesin 575 cc (single) 1000cc (V-twin)
total produksi 16.490
agan-agan bisa liat uda mulai ada lampu depannya, pada tahun ini juga mulai ada motor yang memiliki sistem percepatan 3 speed/gigi.


Spoiler for harley 1918:

model 18
kapasitas mesin 575cc (single) 1000cc (v-twin)
total produksi 26.708
yang ini ada side car nya gan..


Spoiler for harley 1920:

model 20
kapasitas mesin 575c (ho twin) 1000cc (V-twin)
total produksi 27.040
HD taun 1920 yang ada di gambar diciptakan khusus untuk lomba HILL CLIMBING


Spoiler for harley 1921:

model 21
kapasitas mesin 606cc (single) 575cc (ho-twin) 1000cc,1200cc (V-twin)
total produksi 11.460
nah, yang ini versi motor balapnye gan


Spoiler for harley 1925:

model 25
kapasitas mesin 1000cc, 1200cc (V-twin)
total produksi 15.371
kalo yang ini uda mirip2 kaya HD Jaman sekarang dan uda ngak ada produksi HD yang bermesin single

Kamis, 18 Maret 2010

HARLEY DAVIDSON

Harley Davidson mulai diproduksi tahun 1903 di Amerika Serikat dan mulai masuk Indonesia tahun 1940-an. Banyak dari motor Harley tersebut merupakan warisan dari tentara Belanda. Saat ini tercatat 2500 Harley yang ada di Indonesia dengan jumlah pemilik sekitar 1500 orang (sumber: www.gatra.com/2003-05-25). Karena harga untuk berbagai aksesori, perawatan dan pembelian motor yang cukup mahal, motor gede ini hanya dimiliki oleh penggemar yang fanatik, sebagian besar merupakan orang-orang yang telah mapan secara ekonomi. Untuk sebuah motor Harley baru diberi harga sekitar 400 juta-an, ini belum termasuk berbagai aksesori yang dipasang untuk menciptakan motor yang lebih individual.Motor Harley memiliki berat sekitar 400 kg jadi sebuah motor Harley ditambah bensin dan pengendara beratnya sekitar 750 kg, sehingga untuk mengendarainya diperlukan keahlian dan pengalaman khusus. ”Dalam touring ke Bali, saya pernah berhenti mendadak di tikungan sehingga posisi motor miring, langsung motor saya lepas, tidak mungkin saya menahan motor itu. Toh motor saya memilik engine guard berupa lengkungan besi di sisi kiri dan kanan motor sehingga motor yang jatuh tidak akan mengenai tubuh pengendara”cerita Ali.

Kebersamaan pengendara HD memunculkan kelompok yang terkenal seperti Hell’s Angel, rombongan pengendara motor berkulit putih, berambut panjang, badan penuh tato dengan seragam jaket kulit dari Amerika Serikat yang memiliki solidaritas sangat tinggi sampai bersedia mati demi teman. Di Indonesia club Harley terbesar adalah HDCI yang memiliki 22 cabang organisasi di seluruh Indonesia. Solidaritas yang tinggi para pengendara Harley lahir dari kerja sama dalam kegiatan bersama. Seperti yang diungkapkan Herry, ”Pada suatu kegiatan touring dibutuhkan banyak bantuan teman, mulai dari memundurkan motor yang diparkir atau jika salah satu motor mengalami kerusakan, terpaksa motor itu ditinggal dan pemiliknya akan menumpang motor temannya. Dari sinilah muncul keakraban dan solidaritas antar sesama pengendara.”

SEJARAH:
Siapa tak kenal Harley Davidson. Sejarah Harley Davidson awalnya dari sebuah ide sederhana. Yakni dari niat William Harley dan Arthur Davidson membuat motor yang bisa melahap tanjakan yang ada di daerah Milwaukee, Wisconsin, USA.
Terobosannya yang paling penting adalah mesin berkonfigurasi V, yang kemudian juga dikenal dengan Knucklehead, Panhead, Shovelhead, Evolution, sampai Twin Cam. Mesin ini belakangan menjadi acuan bagi perusahaan lain, khususnya dari Jepang, dalam membuat motor besar.
Mulai dengan Mesin 60 cc
HARLEY dan Davidson memulai perjalanan panjang ini pada 1903, ketika usia mereka masih di awal 20-an. Hasil perdana utak-atik dua anak muda ini adalah mesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc. Bisa jalan dan berhasil melahap tanjakan dengan gampang. Belakangan, karena sukses ini, dua saudara Arthur, Walter dan William Davidson, ikut bergabung.

Dua tahun kemudian, mereka sepakat melembagakan usahanya itu ke dalam Harley-Davidson Motorcycles Co.
Ketika berdiri, perusahaan itu baru memproduksi tiga unit motor. Ketiga motor itu dihasilkan dari ''pabrik'' di halaman rumah milik keluarga Davidson. Yang disebut pabrik itu adalah gubuk kecil di belakang rumah keluarga Davidson.

Pada 1906, perusahaan itu pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan lebih luas. Karena lebih leluasa, tahun itu Harley-Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor. Kebanyakan motor mereka dibeli kepolisian setempat. Alasannya, motor Harley-Davidson bisa dipacu dengan kecepatan cukup tinggi, dan lincah.

Enam tahun setelah berdiri, Harley-Davidson memperkenalkan mesin dua silinder konfigurasi V dengan sudut 45 derajat. Kapasitas mesin itu 49,5 kubik inci (sekitar 790 cc) dan mampu menghasilkan sekitar tujuh tenaga kuda. Dengan mesin itu, kecepatan 60 mil per jam bisa dicapai. Ketika itu, Harley-Davidson tak mengira mesin model itu bakal jadi salah satu ciri khas produk mereka.

Tahun yang sama, Harley-Davidson berhasil menerobos angka produksi 1.000 unit, tepatnya 1.149 unit. Persaingan dari pabrik lain mulai terasa, dua tahun kemudian. Rupanya, sukses Harley-Davidson menjadi inspirasi bagi pabrik lain untuk memulai usaha. Pada 1911, paling tidak muncul sekitar 150 merek motor. Mereka tentu jadi pesaing Harley-Davidson, walaupun tak berat-berat betul.

Buktinya, Harley-Davidson tak sulit menambah produksi. Pada 1913, ketika pabrik sudah diperluas, produksi Harley-Davidson hampir mencapai 13.000 unit. Jumlah itu bertambah lagi selama periode 1916 sampai 1918, menjadi sekitar 20.000 unit. Ini terutama karena Pemerintah Amerika Serikat memesan kendaraan roda dua untuk keperluan Perang Dunia I.


Menaklukan The Great Depression
MEMASUKI 1920-an, Harley-Davidson menjadi pabrik motor terbesar di dunia, dengan jumlah produksi 28.189 unit. Untuk memasarkan produknya itu, Harley-Davidson punya agen di 67 negara. Pada dekade ini, Harley-Davidson memperkenalkan sejumlah inovasi. Kapasitas mesin V dikembangkan menjadi 74 inci kubik (sekitar 1.184 cc). Tangki bensin desain tetes air mata diperkenalkan pada 1925. Pada 1928, motor Harley-Davidson mulai dilengkapi rem depan.

Semua prestasi itu cukup menjadi modal Harley-Davidson dalam menghadapi The Great Depression, resesi ekonomi 1933. Walau jumlah produksi menurun sampai 3.700 unit, Harley-Davidson mampu bertahan. Pembuat motor lain yang juga bertahan adalah Indian. Perusahaan ini kemudian menjadi satu-satunya pesaing Harley-Davidson hingga 1950-an.

Ketika depresi selesai, Harley-Davidson langsung tancap gas. Mereka memperkenalkan model EL dengan mesin berkapasitas 976 cc. Model mesin seperti ini populer dengan sebutan Knucklehead. Dengan Knucklehead, Harley-Davidson perlahan bangkit. Pada 1936, jumlah produksi Harley-Davidson mencapai 9.812 unit.

Perang Dunia II membawa berkah tersendiri, sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi Harley-Davidson. Setelah Jepang menyerang Pearl Harbour, seluruh kemampuan produksi Harley-Davidson dialokasikan untuk menghasilkan motor bagi kepentingan pasukan Sekutu. Kebutuhan konsumen sipil ditinggalkan sama sekali.

Selama 1941-1945, sekitar 90.000 unit Harley-Davidson seri WML dibuat. Untuk prestasi itu, Harley-Davidson mendapat medali ''E'' dari Angkatan Laut Amerika Serikat.

Usai perang, Harley-Davidson kembali membuka keran produksi sipilnya. Eh, ternyata banyak veteran perang yang kepincut performa motor itu, dan ingin mengembalikan romantisme mengendarai Harley-Davidson. Ribuan unit Harley-Davidson, baik produksi sesudah perang maupun model lama, berpindah ke rumah para veteran, cikal bakal penggemar fanatik Harley-Davidson.


Bersaing dengan Indian
PADA 1948, produksi Harley-Davidson menjadi 31.163 unit. Tahun itu, Harley-Davidson kembali memperkenalkan inovasi barunya, yaitu mesin 74 inci kubik yang dilengkapi hydraulic valve lifters dan cylinder head aluminium. Mesin ini disebut The Panhead karena tutup kepala silindernya menyerupai penggorengan terbalik.

Memasuki 1950-an, generasi kedua keluarga pendiri mulai menjadi motor penggerak perusahaan itu. Ketika merayakan hari jadi ke-50, Harley-Davidson tinggal sendirian di pasar motor Amerika. Pesaing tradisionalnya, Indian, sudah gulung tikar.

Pada 1957, Harley-Davidson memperkenalkan The Sportster, yang disebut-sebut sebagai The Father of Superbikes, biangnya motor besar. Setahun kemudian, Harley-Davidson memperkenalkan Duo Glide, yang menggunakan suspensi belakang hidrolik untuk melengkapi suspensi depan yang menggunakan model garpu.

Berikutnya, pada 1963, Harley-Davidson mengadopsi penggunaan fiberglass ke dalam motor-motornya. Untuk keperluan ini, mereka membeli 60% saham Tomahawk Boat Manufacturing Co, produsen fiberglass di Wisconsin.

Tahun 1950-1960 juga ditandai dengan hadirnya komunitas bikers, yang memperkenalkan budaya pengendara motor. Mereka gampang dikenali karena menggunakan jaket kulit, penuh tato, dan berambut panjang. Citra Wild Ones ini diperkenalkan Marlon Brando lewat film berjudul sama.

Komunitas resmi Harley-Davidson sendiri baru didirikan pada 1983, dengan nama Harley Owner Group (HOG). Ini menjadi komunitas pemilik Harley-Davidson terbesar yang disokong langsung oleh produsen. Saat ini, jumlah anggota HOG mendekati satu juta orang di seluruh dunia.


Masa Gelap Akibat Merger
PADA 1965, Harley-Davidson masuk bursa. Empat tahun kemudian, American Machine and Foundry (AMF) melakukan merger dengan Harley-Davidson. Namun, masa merger ini dianggap sebagai masa paling gelap dalam sejarah Harley-Davidson. Pasalnya, pada 1970 dan 1980, motor buatan Jepang yang harganya sangat murah memasuki pasar.

Ketika Honda, Kawasaki, dan Suzuki masuk pasar Amerika Serikat, pangsa pasar Harley-Davidson turun drastis. Dari semula 80% pada 1969, menjadi 20% sepuluh tahun kemudian. Penurunan pangsa pasar itu membuat gerah sejumlah eksekutif Harley-Davidson. Mereka pun mencari jalan untuk menyelamatkan perusahaan.

Untuk mengembalikan Harley-Davidson ke khitahnya, mereka mengajukan proposal ke Citicorp. Dengan sokongan dana US$ 80 juta dari Citicorp, mereka membeli kembali saham yang dikuasai AMF (Citicorp menjual saham itu ke Heller-Financial Corporation pada 1986). Konsep dan filosofi produksi dan jualan Harley-Davidson pun diperbaiki.

Semula, motor Harley-Davidson adalah produk yang terjangkau dan mudah dipakai serta dimodifikasi. Itu diubah dengan menjadikan Harley-Davidson produk mahal dan onderdilnya sulit dicari. Untuk mengganti lampu belakang, misalnya, pemilik motor Harley-Davidson tak bisa cuma membeli batoknya. Tapi harus membeli keseluruhan sepatbornya.

Selain Marlon Brando, sejumlah selebriti menjadikan motor Harley-Davidson bagian dari penampilan mereka. Baik di layar lebar, layar kaca, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pada 1956, Elvis Presley, si Raja Rock 'n' Roll, dan sebuah motor Harley-Davidson menjadi sampul majalah Enthusiast.

Pertengahan 1990-an, Arnold Schwarzeneger tampil dengan Harley-Davidson di film Terminator. Aksi Lorenzo Lamas dan Harley-Davidson Softail bertangki bensin kuning dengan lidah api merah dalam film serial Renegade juga menjadi tontonan favorit pada akhir 1990.

Aktor Keanu Reeves juga sempat membagikan 12 unit Harley-Davidson, yang total harganya mencapai US$ 200.000, kepada semua pemeran pengganti film Matrix Reloaded. Menurut Reeves, ini merupakan tanda terima kasihnya kepada para stuntman itu.
(sumber: gatra.com)

Daniel Calvin - Menjadi Milikku